
wuuuuiiiih..lama bener nih gak nulis-nulis..
gak coret-coret di blog.setelah sekian lama gak ada ide buat nulis ahirnya skg gw balik laggi dengan topik yang masih abstrak..
well..finally..gw akhirnya ngrasain juga sidang skripsi..meskipun (katanya sih) agak sedikit dipaksakan ..haha..but so far alhamdulilah semuanya lancar2 aja.
Uda memasuki bulan ke3 di taon 2009 ya.. sahabat gw mo merid minggu ini.. ya gw turut heppy lah kalo sobat gw naek plaminan.. yang gw takutin jangan2 pas udah merid si ayu(sobat gw yang mo merid) malah jadi rada susah buat kluar brg..hiks2..trs tar sapa yang jemput2 gw dun???huhu..
okay..brarti topik kita hari ini adalah menikah.
Menikah? Banyak yang bahagia jika mendengar kata menikah.tapi sebaliknya,banyak juga yang takut dengan kata menikah..tidak begitu jelas dimana letak ketakutannya ..tapi menurut survei ( gw survei sendiriii..ha) rata-rata kaum pria lah yang lebih takut untuk menikah.alasannya bermacam-macam, Mulai dari kerjaan yang belum mapan,pendidikan strata 1 yang belum kelar(termasuk gw.haha) ,takut gak bisa kasi makan anak istri, belum waktunya nikah, trus ada lagi yang blm brani nikah karena masih ada tanggung jawab terhadap adik2.. sampe ada yang kasih alasan takut menikah karena takut cerai ! gw gak tau knp ada alesan takut nikah karena takut suatu saat akan cerai?mungkin juga karena trauma dengan perceraian orang tua, atau trauma dengan kluarga yang boleh dibilang tidak harmonis.yah..memang sedikit banyaknya faktor keluarga juga mempengaruhi kesiapan mental seseorang,hal yang tidak bisa dipungkiri memang, dimana faktor keluarga adalah faktor yang paling dominan untuk membentuk mental seseorang.meskipun ada beberapa faktor pendukung lainya yang tidak kalah penting, seperti faktor lingkungan,teman,pergaulan.. akn tetapi faktor keluarga tetap yang paling berperan penting dalam pembentukan mental seseorang.
Gw sendiri adalah orang yang belum menjalani kehidupan dalam ikatan pernikahan. jadi gw jugga gak bisa mengatakan atau mengimajinasikan arti sebuah pernikahan. hehe.. tapi dari ilmu yang gw dapet slama gw hidup, ada satu kesimpulan kalo menikah itu indah. Banyak hal yang (tadinya) kita pikir gak akan bisa kita raih,ternyata setelah menikah sesuatu yang tidak mungkin tadi malah dengan gampangnya kita raih. Hal ini(menurut gw) adalah salah satu bukti bahwa Allah telah membukakan jalan, membukakan banyak rezeki buat umatnya yang telah melakukan ibadah "menikah" . Gw sendiri sebenarnya bukan seseorang yang takut dengan pernikahan. Gw gak takut dengan komitmen. Gw juga sering baca di beberapa buku yang membahas tentang "pernikahan" . dan kesimpulannya selalu sama "menikah itu indah"
Meskipun di depan mata gw juga banyak orang2 yang(sepertinya) sangat tersiksa dengan pernikahan sampai2 harus berakhir dengan perceraian. tapi tetep aja sampe saat ini gw masih percaya kalo menikah itu indah.
Menikah Itu Ibadah
Dalam surat Ar-Rum: 21, Allah menyebutkan pentingnya mempertahankan hakikat pernikahan dengan sederet bukti-bukti kekuasaan-Nya di alam semesta. Ini menunjukkan bahwa dengan menikah kita telah menegakkan satu sisi dari bukti kekusaan Allah swt. Dalam sebuah kesempatan Rasulullah saw. lebih menguatkan makna pernikahan sebagai ibadah, “Bila seorang menikah berarti ia telah melengkapi separuh dari agamanya, maka hendaknya ia bertakwa kepada Allah pada paruh yang tersisa.” (HR. Baihaqi, hadits Hasan)
Belum lagi dari sisi ibadah sosial. Dimana sebelum menikah kita lebih sibuk dengan dirinya, tapi setelah menikah kita bisa saling melengkapi, mendidik istri dan anak. Semua itu merupakan lapangan pahala yang tak terhingga. Bahkan dengan menikah, seseorang akan lebih terjaga moralnya dari hal-hal yang mendekati perzinaan.
So, beruntunglah orang-orang yang sudah melakukan ibadah "menikah" . Dan gw juga bukan orang yang meragukan soal rezeki yang diberikan Allah kalo nantinya gw nikah dalam keadaan yang belum bisa dibilang "mapan". Karena gw sendiri gak tau kapan seseorang bisa dikatakan "mapan" .
Menikah, Kenapa Takut ??
................


